jump to navigation

Membuat Program Error (Run-time error) October 21, 2008

Posted by mkodir in Uncategorized.
add a comment

Program Konversi bilangan dan karakter menjadi Octal, Decimal, dan Hexadecimal.

1. Memasukkan bilangan 1

2. Klik optional Octal dan hasilnya sebagai berikut :

Ternyata “Run-time error ‘13’. Kira-kira apakah penyebabnya ?

Berikut syntax program yang dibuat dengan Visual Basic :

Dim currentval As Variant
Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Option1_Click()
Text1.Text = Oct(currentval)
End Sub

Private Sub Option2_Click()
Text1.Text = Format(currentval)
End Sub

Private Sub Option3_Click()
Text1.Text = Hex(currentval)
End Sub

Private Sub Text1_Change()
If Option1.Value = True Then
currentval = (“&O” & LTrim(Text1.Text) & “&”)
ElseIf Option2.Value = True Then
currentval = (LTrim(Text1.Text) & “&”)
Else
currentval = (“&H” & LTrim(Text1.Text) & “&”)
End If

End Sub

Single or Multi Vendor September 21, 2008

Posted by mkodir in IT.
add a comment

SINGLE VENDOR ATAU MULTI VENDOR

Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat pesat, maka setiap organisasi dituntut mampu mengimplementasikan TI dalam organisasinya dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi organisasi. Organisasi apapun dapat dikatakan “ketinggalan zaman” apabila tidak menerapkan TI dalam kegiatan bisnisnya. Namun demikian, tidak semua bisnis harus selalu ditunjang dengan TI selama masih dapat dikerjakan secara efektif dan efisien secara konservatif.

Kebutuhan TI menuntut adanya pembuatan infrastruktur teknologi yang sesuai dengan proses bisnis organisasi. Pembuatan dan pengembangan infrastruktur TI harus melibatkan vendor sebagai penyedia jasa layanan TI. Banyak pilihan vendor dengan berbagai macam penawaran serta mengklaim siap memberikan solusi setiap kebutuhan organisasi. Padahal kenyataannya, setiap vendor memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang saling melengkapi.

Saat ini yang berkembang dalam dunia teknologi informasi perusahaan adalah pembangunan Sistem enterprise (Enterprise System atau bisa disebut juga Enterprisewide System). Enterprise System dinilai memiliki banyak kelebihan diantaranya mendukung aplikasi pencapaian misi perusahaan, menjadikan pekerjaan lebih efisien serta meningkatkan produktivitas.

Beberapa tipe Enterprise System yang ditemui pada organisasi-organisasi diantaranya :

1. Customer Relationship Management (CRM)

2. Partner Relationship Management (PRM)

3. Product Life Cycle Management (PLM)

4. Decision Support System (DSSs)

5. Knowledge Management (KM)

6. Intelegent System

7. Business Intelegent (BI)

Vendor sebagai penyedia jasa layanan TI bagi organisasi, dalam proses penyeleksiannya dibutuhkan beberapa tahap yaitu :

a. Tahap Evaluasi (Vendor Evaluation) yang bertujuan untuk menemukan potensi vendor dan

pengembangannya di masa yang akan datang

b. Tahap Pengembangan ( Vendor Development) yang bertujuan untuk mengetahui sejauhmana

kontribusi vendor dalam pemeliharaan sistem yang telah dibuat meliputi pelatihan bagi

administrator, pengembangan infrastruktur, sistem keamanan dan transfer informasi.

c. Tahap Negosiasi (Vendor Negotiation) yang bertujuan untuk mengetahui fokus kepada kualitas

vendor, pelayanan delivery, cara pembayaran, dan biaya yang dibutuhkan. Selanjutnya dibuat

Service Level Agreement (SLA) terhadap vendor yang telah dipilih.

Beberapa vendor yang telah menawarkan selanjutnya mencatat dan mendaftar kebutuhan pengguna aplikasi (User’s Requirment), kemudian menyajikan contoh program aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Secara umum Single Vendor dan Multi Vendor memiliki kelebihan dan kelemahan sebagai berikut :

1. Single Vendor

Kelebihan:

· Berpotensi lebih tahan/tangguh (robust),

· lebih sederhana,

· dalam banyak kasus biayanya lebih murah,

· tidak memerlukan banyak SDM TI dalam memahami aplikasi vendor.

Kelemahan :

· Terbatas dalam pengembangan sistem TI, bila ada kebutuhan organisasi yang belum tercakup.

· Ketergantungan kepada satu vendor


2
. Multi Vendor

Kelebihan:

· Bisa memberikan solusi dalam setiap kebutuhan organisasi

· menjadi lebih efektif dalam pekerjaan

Kelemahan :

· Biaya lebih besar

· Lebih kompleks dalam operasionalisasinya

· Membutuhkan lebih banyak SDM TI untuk memahami aplikasi setiap vendor.

Menurut saya, penentuan dalam memilih apakah single vendor atau multi vendor tergantung pada beberapa hal sebagai berikut :

1. Proses bisnis yang dijalankan. Jika proses bisnis yang dijalankan masih sederhana dan pengembangannya tidak memerlukan skala data basis yang besar, maka bisa dipilih single vendor. Sebaliknya untuk organisasi yang menerapkan system Enterprise dengan kompleksitas user dan proses bisnis yang sangat banyak, maka bisa memilih multi vendor, karena setiap vendor memiliki kelebihan masing-masing sehingga dapat memberikan solusi dalam setiap kebutuhan organisasi. Terlebih apabila akan melakukan pengembangan TI di masa yang akan datang dengan mengikuti perkembangan, maka diperlukan kesiapan infrastruktur TI dan software yang dapat secara dinamis dikembangkan oleh organisasi.

2. Kekuatan pembiayaan organisasi. Bagi organisasi dengan potensi biaya bagi pengembangan TI yang besar serta proses bisnis yang banyak, maka lebih baik memilih multi vendor. Sebaliknya dengan keterbatasan biaya, meskipun proses bisnisnya banyak, maka akan menyulitkan organisasi terutama dalam menggarap proses bisnisnya.

3. Perencanaan TI. Masih sedikit organisasi yang melakukan perencanaan TI bersinergi dengan perencanaan proses bisnisnya. Oleh karena itu, bagi organisasi yang belum consern terhadap perencanaan TI yang bersinergi dengan perencanaan proses bisnis bisa memilih single vendor dalam pengembangan TI nya, karena dikhawatirkan TI yang dikembangkan malah tidak dapat dimanfaatkan secara maskimal dalam mendukung pencapaian misi dan visi organisasi.

4. Tenaga SDM TI. Organisasi dengan SDM TI yang memadai dan memiliki kemampuan dalam segala software akan siap bila memilih Multi Vendor dalam membangun dan mengembangkan TI. Namun bagi organisasi yang memiliki keterbatasan SDM TI akan menyulitkan dalam implementasi Multi Vendor karena akan banyak biaya untuk meningkatkan kemampuan SDM sesuai dengan vendor. Oleh karena itu, organisasi dengan kemampuan dan jumlah SDM yang terbatas bisa memilih Single Vendor.

Referensi

Oliver Vellacott,Dr., “’Single’ or ‘Multi-Vendor’ IP Video CCTV Systems – Choosing the Right Path“, Juni 2007, wordhotel.com/news.asp.htm (diakses pada 17 September 2008)

Turban Efraim, Dr. et al, Information Technology for Management : Transforming Organizations in The Digital Economy 6E, Wiley, 2008.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.